Dalam Quantum Teaching “Tidak Ada Siswa Bodoh, Tidak Ada Siswa Nakal” Yang Ada Adalah....

Beritapgri.com - Assalamualaikum wr wb ,,,,,,,,,,,,,, Selamat malam rekan-rekan guru semua yang berada diseluruh Indonesia,,,,,,,,,,

Memasuki tahun ajaran baru, orangtua terutama ibu banyak yang deg-degan ketika mengantarkan anaknya sekolah. Ada perasaan cemas. Mulai dari khawatir anaknya tidak bisa mengikuti pelajaran hingga ketakutan anak tak bisa beradaptasi.


Kekhawatiran tersebut hal yang wajar. Walaupun pada dasarnya, setiap anak tidak ada yang bodoh maupun nakal. Orang dewasalah yang memberi label bodoh dan nakal tersebut terhadap anak.

“Dalam quantum teaching, tidak ada siswa yang yang bodoh dan tidak ada siswa yang nakal. Yang ada adalah siswa yang belum berkembang karena cara pembelajarannya yang belum cocok antara guru dengan anak,” ujar Asep Mahfudin salah satu mentor acara Amitra Berbagi Berkah di Bandung, belum lama ini.

Asep menjelaskan, ada metode dasar dalam mengenal gaya belajar siswa, yakni visual, auditori, dan kinestetik. Dengan mengetahui gaya belajar siswa, guru akan lebih mudah menyampaikan pembelajaran.

“Kalau siswa visual, dengan melihat mereka akan memahami yang diajarkan guru. Auditori melalui pendengaran, dan kinestetik lebih ke gerakan. Jadi kalau kinestetik harus ngalamin dulu,” ucap Asep.

Baca Selanjutnya Di Halaman 2

loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dalam Quantum Teaching “Tidak Ada Siswa Bodoh, Tidak Ada Siswa Nakal” Yang Ada Adalah...."

Post a Comment