TERKAIT TUNJANGAN FUNGSIONAL GURU YANG DIHAPUS, INI PENGGANTINYA...

Beritapgri.com - Assalamualaikum wr wb ,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Selamat malam rekan-rekan guru semua yang berada diseluruh Indonesia, malam ini beritapgri.com akan membagikan informasi mengenai,,,,,,,

Kebijakan Pemerintah yang akan menghapus tunjangan fungsional untuk guru swasta menuai protes para guru, namun untuk Kota Tarakan, saat ini belum ada informasi bahwa adanya penghapusan tunjangan untuk guru swasta.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tarakan, Ilham Nor mengatakan pemerintah memang telah mengeluarkan kebijakan baru, maka pihaknya berharap guru swasta berupaya dan mengupayakan tentang kompetensinya agar sesuai dengan standar pendidikannya.



“Tentunya kami berharap apa yang diampuh atau apa yang diajarkan dengan apa yang dimilikinya itu linier atau sama,” kata pria yang usianya kini lebih 50 tahun.

Pemberian tunjangan tertuang pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 Tahun 2008. Namun keberadaan tunjangan fungsional itu dihapus dalam revisi PP Nomor 19 Tahun 2017. Namun tunjangan guru swasta akan digantikan dengan intensif.

Meski ada penggantinya, namun untuk mendapatkan insentif tersebut dikatakan Ilham tidaklah mudah. Karena guru swasta harus memenuhi syarat yakni linier atau sesuai kompetensi yang diajarkan dengan standar dari pendidikan yang telah didapatkannya.

“Yang mendapatkan intensif itu harus guru yang sesuai dengan kompetensi yang diajarkan, karena harus sesuai dengan fungsional kompetensinya,” ujarnya.

Dikatakan Ilham, saat ini yang dihadapi adalah guru mengajar tidak linier terutama untuk guru Sekolah Dasar (SD). Jika guru SD yang ada seharusnya hanya tiga status saja yakni Guru Kelas, Guru Penjas, dan Guru Agama.

“Untuk SD itu  harus guru kelas. Tidak boleh ada Guru Biologi atau Bahasa Indonesia atau yang lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu guru di Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta di Kelurahan Kampung Empat, yang enggan disebutkan namanya KY (22) mengatakan dirinya hanya mendapatkan gaji pokok dan gaji mengajar saja tanpa tunjangan fungsional guru.

“Saya baru saja mengajar di sana, gaji pokok saya Rp 1 juta, ditambah gaji mengajar untuk satu jam Rp 15 ribu. Saya mengajar satu minggu 24 jam, lumayan besar juga walaupun tidak ada tunjangan,” pungkasnya.

Sumber : prokal

Demikian informasi yang dapat beritapgri.com berikan, semoga ada manfaatnya unutk kita semua.......

loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "TERKAIT TUNJANGAN FUNGSIONAL GURU YANG DIHAPUS, INI PENGGANTINYA..."

Post a Comment