KPAD SESALKAN KASUS OKNUM GURU PUKUL SISWA YANG BERUJUNG DAMAI RP 20 JUTA

Beritapgri.com - Assalamualaikum wr wb ,,,,,,,,,,,,,,,,,, Selamat malam rekan-rekan guru semua yang berada diseluruh Indonesia, malam ini beritapgri.com akan membagikan informasi mengenai,,,,,,,

Tak disangka perkara kasus tindak kekerasan atau pemukulan oleh seorang oknum guru (DS) selaku tersangka terhadap 2 orang siswanya di sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) 4 Pangkalpinang yakni An (17) dan Jf (17) akhirnya berujung damai dengan nilai uang sebesar Rp 20 juta.

Kondisi tersebut kini malah menuai sorotan pihak Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Provinsi Bangka Belitung (Babel) lantaran perkara tersebut sebelumnya sempat masuk dalam laporan ke pihak kepolisian di daerah setempat (Polresta Pangkalpinang)



Namun kini berujung sepakat damai antara kedua belah pihak (oknum guru VS siswa) dengan embel-embel sejumlah uang perdamaian.

"Saya kaget setelah mengetahui kedua belah pihak justru kini telah berdamai disertai uang perdamaian senilai itu. Saya merasa miris dengan kejadian seperti ini," sesal Ketua KPAD Provinsi Babel, Sapta Qodria Muafi SH, Jumat (7/7/2017) siang ditemui di sekretariat KPAD Provinsi Babel, gedung kantor Gubernur Babel, lantai 3, Air Itam, Kota Pangkalpinang.

Lebih lagi yang sangat disesalkanya yakni soal sikap atau keputusan dari para pihak orang tua atau wali siswa itu (korban) diduganya 'tega' mengkesampingkan nilai-nilai penegakan hukum yang berlaku di negara indonesia.

"Sebab perkara itu kan tidak semestinya berujung damai dengan uang. Kalau sepakat untuk kepentingan biaya perobatan itu sih saya pikir itu sudah wajar sebagai bentuk tanggung jawab si pelaku atau oknum guru itu (DS--red)," kata mantan praktisi hukum ini.

Dalam kesempatan itu Sapta sempat menunjukan berkas lembaran bukti surat kopian kesepakatan damai terkait perkara tindak kekerasan antara oknum guru dengan 2 orang siswa di SMKN 4 Pangkalpinang.

"Ini kopian surat perdamaian itu. Silahkan anda baca dengan seksama. Di dalam surat itu tertera kesepakatan damai ditanda tangani oleh pihak-pihak terkait," terangnya.

Namun Sapta sendiri mengaku dirinya saat ini masih menyangsikan terkait upaya perdamaian antara oknum guru (DS) dengan para orang tua/wali dalam surat itu.

"Sebagaimana isi dalam surat itu kan ada kesepakatan damai nah apakah kesepakatan yang tertulis itu sudah terealisasi. Sebab perkara ini kan sudah diketahui lembaga negara termasuk perwakilan pemerintah daerah," kata Sapta.

Sementara H selaku wali siswa SMKN 4 Pangkalpinang (Jf/korban) membantah jika pihaknya telah berdamai dengan kesepakatan damai disertai sejumlah uang disebut-sebut sebesar Rp 20 juta.

"Itu cuma kesepakatan damai secara kekeluargaan bukan damai secara hukum.
Karena si pelaku (DS--red) sebelumnya sudah meminta maaf atas kepada kita," kata H Sukarto saat dihubungi melalui nomor ponselnya, Jumat (7/7/2017) malam.

Ketika disinggung soal uang 'damai' senilai Rp 20 juta buntut dari kesepakatan damai atas perkara tersebut justru tak ditampiknya.
"Uang yang diberikan oknum guru itu (DS--red) cuma sebagian saja yakni baru dibayar senilai Rp 9 juta dan uang itu masih saya pegang," katanya.

Lanjutnya saat penyerahan sejumlah uang itu (Rp 9 juta) justru oknum guru (DS) sempat mendatangi kediamannya di lingkungan Pintu Air, Pangkalpinang dan saat itu disaksikan langsung oleh penasihat hukum korban sekaligus penanda tanganan surat kesepakatan damai.

"Ada penasihat hukum turut menyaksikan penyerahan sejumlah uang itu. Alasan oknum guru itu (DS--red) uang senilai Rp 9 juta itu sebagai bentuk kepedulian DS terhadap korban dan alasan sebagai bantuan biaya sekolah," terangnya.

Sebagaimana berita yang pernah dilansir harian ini sebelumnya disebutkan, seorang korban berinisial Jf sempat menceritakan kronologis kejadian tindak pemukulan terhadapnya oleh seorang oknum guru di SMKN 4 Pangkalpinang dihadapan ketua KPAD Babel (Sapta Qodria Muafi SH).

Saat itu usai mendengarkan kronologis kejadian itu Sapta mengaku dirinya merasa sanga terkejut pula lantaran menurut pengakuan korban (Jf) justru saat kejadian korban (Jf) sempat ditendang tepat di bagian dadanya sehingga korban pun mengaku sempat tak sadarkan diri.

Sedangkan menurut pengakuan An, saat kejadian itu ia sendiri sempat mendapat tindak kekerasan dari seorang oknum guru (DS) di sekolahnya belum lama ini.

"Bagian mata sebelah kanan sempat dipukulnya termasuk bagian belakang kepala saya pun dipukul guru itu ( DS)," kata An saat ditemui sebelumnya, Rabu (21/6/2017) malam di kediaman rekannya di kawasan Pintu Air, Pangkalpinang.

Sebelumnya pula seorang orang tua korban lainnya (An), Dadang Rukmana (60) warga pendatang asal Jawa Barat pun sempat mengaku sangat kesal lantaran perbuatan oknum guru (DS) yang dinilainya sangat tidak wajar terhadap putra kesayangannya (An).

Bahkan Dadang sendiri selaku orang tua korban (An) termasuk H Sukarto selaku wali siswa yang korban (Jf) sebelumnya sempat mengaku tetap bersikukuh perkara tindak pemukulan oleh oknum guru itu tetap diproses secara hukum.

Sayangnya penasihat hukum korban, Ade P Daniswara SH sempat dikonfirmasi terkait upaya kesepakatan damai terkait perkara tindak kekerasan oleh oknum guru terhadap 2 orang siswa di SMKN 4 Pangkalpinang melalui nomor ponselnya, Jumat (7/7/2017) malam sekitar pukul 19.37 WIB namun tidak ada jawaban meski saat itu nada ponsel aktif.

Sementara Yessi Susilawati, warga Belinyu selaku pihak yang peduli terhadap anak di pulau Bangka dirinya pun ikut merasa terkejut lantaran perkara tindak pemukulan siswa SMKN 4 Pangkalpinang terhadap 2 orang siswa sekolah setempat baru diketahuinya kini berujung damai dengan sejumlah uang.

"Edan! perkara pemukulan berakhir damai dengan uang sejumlah itu, dan ini sangat saya sayangkan. Masa kekerasan bisa dibayar dengan uang?," sesalnya.

Padahal sebelumnya menurut ia perkara tersebut sempat dikawal olehnya lantaran ia merasa prihatin terkait dunia pendidikan tercoreng akibat ulah seorang oknum guru (DS) terhadap 2 orang siswanya.

Sumber :  Tribunnews

Demikian informasi yang dapat beritapgri.com berikan, semoga ada manfaatnya untuk kita semua.........

loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "KPAD SESALKAN KASUS OKNUM GURU PUKUL SISWA YANG BERUJUNG DAMAI RP 20 JUTA"

Post a Comment