AKHIRNYA KAPOLRES DAN TIM PROPAM PERIKSA OKNUM POLISI PENGANIAYA SISWA SD

Beritapgri.com - Assalamualaikum wr wb ................ Selamat pagi rekan-rekan guru semua yang berada diseluruh Indonesia, pagi ini beritapgri.com akan memberikakn informais mengenai......

Janji Kapolres Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng) AKBP Pria Premos untuk memproses Brigadir Polisi ASS, ditepati. Sejak pukul 19.00 WIB Sabtu (15/7/2017), oknum polisi penganiaya siswa SDN 1 Kumai Hilir MA (12) itu diperiksa tim Propam Polres Kobar. 



“Usai isya, ASS diperiksa Propam. Saya tepati janji saya dan tidak akan intervensi. Kalau salah ya harus dihukum,” ujar Pria saat dihubungi, Sabtu malam (15/7/2017).

Namun, dia belum bisa menjelaskan materi pemeriksaan secara detail. Sebab hingga saat ini oknum polisi itu masih diperiksa maraton. “Hasilnya apa masih menunggu pemeriksaan. Besok pasti kita sampaikan ke media,” ujarnya.

Kapolres Kobar AKBP Pria Premos sebelumnya berjanji akan menindak tegas anggotanya yang telah menganiaya siswa SD. “Saya pastikan akan proses sesuai aturan yang berlaku. Ancamannya bisa penundaan pangkat atau penurunan pangkat dan proses kurungan,” ujar Kapolres.

Diberitakan sebelumnya, Brigadir Polisi ASS tega menganiaya MA, siswa kelas 6 SDN Kumai Hilir, Kecamatan Kumai, karena tidak terima anaknya didorong. Akibat penganiayaan tersebut, MA mengalami trauma, gigi goyang dan mata bengkak. Peristiwa ini terjadi Jumat, 14 Juli 2017 sekitar pukul 10.30 WIB, saat jam pulang sekolah.

"Saya secara pribadi dan sebagai pimpinan, minta maaf kepada keluarga korban dan menyesalkan kenapa peristiwa ini bisa terjadi," ujar Kapolres, Sabtu (15/7/2017) sore.

Turut hadir anggota DPRD Kobar Ahlani Masykur sekaligus pengurus komite SDN 1 Kumai Hilir sebagai penengah, wali kelas 6 Parminah dan guru SDN 1 Kumai Hilir. Kapolres berjanji memproses kasus ini sesuai hukum berlaku dan memberikan oknum polisi Brigpol ASS sanksi.

"Saya pastikan akan proses sesuai aturan yang berlaku. Ancamannya bisa penundaan pangkat atau penurunan pangkat dan proses kurungan," ujar kapolres.

Namun saat ditanya terkait penerapan UU Perlindungan Anak, kapolres belum banyak berkomentar. Sebab jelas di UU Perlindungan anak itu bukan delik aduan. Jika sudah ada bukti dan saksi, polisi bisa langsung memprosesnya.

"Ya ini kan sudah damai secara kekeluargaan dan ada perjanjiannya, kalau dikenakan UU Perlindungan Anak terhadap si pelaku, ini masih coba saya pertimbangkan. Saya juga jamin keselamatan para guru, keluarga korban dan murid SD. Kalau berani macam macam lagi si ASS, cari mati dia," sebutnya.


Sumber :  Sindonews

Demikian informasi yang dapat beritapgri.com berikan, semoga ada manfaatnya untuk kita semua..........

loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "AKHIRNYA KAPOLRES DAN TIM PROPAM PERIKSA OKNUM POLISI PENGANIAYA SISWA SD"

Post a Comment