RESMI ! INI DIA PENGUMUMAN PENTING MENGENAI NASIB UJIAN NASIONAL

Beritapgri.com - Assalamualaikum wr wb,,,,,,,,,,,,,,, Selamat datang rekan-rekan guru semua disitus beritapgri.com yang pada kesemapatn kali ini akan membagikan informasi mengenai,,,,,,,,,,,

Dalam rapat terbatas (ratas) yang digelar di kantor Presiden, Jakarta, Senin (19/12), diputuskan bahwa Ujian Nasional (UN) tetap akan dilaksanakan pada tahun 2017. Bahkan, tetap akan menjadi salah satu penentu kelulusan siswa. Hal itu dikatakan, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung.

Pemerintah Putuskan UN Tetap Berlaku

"Presiden telah memutuskan hal yang berkaitan dengan Ujian Nasional. Ujian nasional tetap diadakan, dijalankan dengan berbagai penyempurnaan dan perbaikan," ungkap Pramono saat mewakili pemerintah memberikan keterangan pers, Senin (19/12).

Pramono mengungkapkan salah satu pertimbangan presiden mengapa memutuskan UN tetap dilaksanakan adalah agar siswa bukan hanya menjadi petarung pada tingkat lokal saja, tetapi juga bisa bersaing pada tingkat internasional. Dengan kata lain, UN diharapkan tetap akan menjadi tolok ukur kemajuan pendidikan di Tanah Air.

Namun, Pramono menegaskan bahwa pelaksanaan UN ke depannya harus disertai dengan sejumlah perbaikan. Di antaranya adalah perbaikan kualitas guru, dengan melakukan evaluasi terhadap kinerja guru.

Selanjutnya, untuk menciptakan pemerataan pendidikan di seluruh Indonesia, Pramono menjelaskan selain UN tetap diberlakukan, akan ada kisi-kisi nasional yang dimasukkan dalam ujian sekolah.

"Ujian sekolah akan ada kisi-kisi nasional selain UN empat mata pelajaran yang sudah diputuskan. Hal-hal yang berkaitan dengan kisi-kisi sekolah secara nasional. kenapa itu dilakukan? karena memang bentuk ukurannya adalah kita ingin pendidikan kita bukan hanya sekolah-sekolah bagus saja yang semakin bagus. Tetapi juga bisa ada pemerataan, Tadi juga diperlihatkan, ternyata kalau UN tidak dijalankan, maka bisa menimbulkan kesenjangan baru, antara sekolah bagus dan tidak bagus. Terutama, antara Jawa dan luar Jawa. Jangan sampai kemudian sekolah-sekolah dan perguruan tinggi baik di negeri ini kembali lagi seperti dulu, hanya anak-anak yang bisa sekolah di Jawa," jelasnya.

Ditemui secara terpisah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir enggan berkomentar banyak perihal usulannya melakukan moratorium (penghentian sementara) UN, ditolak oleh presiden.

Sambil berusaha menghindar, ia hanya mengungkapkan bahwa UN ke depannya akan dilakukan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Meskipun, diakuinya akan ada perbaikan kualitas guru.

"Kayaknya tidak ada (perbaikan dalam pelaksanaan UN). Tinggal kelanjutannya saja. Nanti ada workshop kan, termasuk melibatkan guru untuk membuat soal berstandar nasional di bawah kendali BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) dan dibawah bimbingan di Lembaga Penilai Penjaminan Mutu," ungkapnya.

Seperti diketahui, Mendikbud, Muhadjir Effendy mengatakan hendak melakukan moratorium terhadap pelaksanaan UN. Sebagaimana rekomendasi dari hasil kajian terhadap pelaksanaan UN selama ini.

"UN sudah tuntas kajiannya, kita rencana dimoratorium. Ini sudah diajukan ke Presiden, tinggal tunggu persetujuan Presiden," kata Muhadjir yang ditemui di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Kamis, (24/11).

Dijelaskan, pertimbangan UN dimoratorium karena UN berfungsi untuk pemetaan bukan sebagai kelulusan. Selain itu, untuk mengembalikan evaluasi menjadi hak dan wewenang guru, baik pribadi maupun kolektif. Maka, jika disetujui akan mulai diberlakukan pada ajaran 2016/2017.

Apalagi, data hasil pelaksanaan UN 2015 /2016 , tercatat ada 30 persen sekolah yang hasil UN di atas standar nasional. Sedangkan, 70 persen sekolah yang belum memenuhi standar akan diberi treatment atau pembenahan agar dapat melampaui standar nasional, sehingga tugas pemerintah tidak hanya melakukan pemetaan UN.

Hanya saja, ia mengaku, belum dapat memastikan sampai kapan moratorium akan diberlakukan, yang jelas sesuai keputusan Mahkamah Agung (MA). Pasalnya, tugas negara hanya sebagai pengawas, pembuat regulasi untuk mencapai standar nasional yang telah ditetapkan. Dalam hal ini SMA dan SMK menjadi wewenang pemerintah provinsi, sedangkan SMP dan SD diserahkan pada kabupaten/ kota untuk meningkatkan standar tersebut.


Download Aplikasi Info PGRI Nasional di HP Android Anda Untuk Dapatkan Berita Terupdate Setiap Hari >> https://play.google.com/InfoPGRInasional

Demikian informasi yang dapat beritapgri.com berikan, yang kami lansir dari beritasatu,  semoga ada manfaatnya unutk kita semua,,,

loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "RESMI ! INI DIA PENGUMUMAN PENTING MENGENAI NASIB UJIAN NASIONAL"

Post a Comment